Arif S. Wicaksono

Simple Mgmnt, Technology & Minds

Pengisian SPT Tahunan Wajib Pajak Orang Pribadi 2010 Menggunakan Formulir Template PDF 1770 S

Tiba waktunya lagi untuk pelaporan SPT pajak lagi untuk periode tahun 2010 (due date batas akhir pelaporanya: akhir maret 2011). Ternyata cukup banyak frekwensi kunjungan ke blog ini menggunakan kata kunci “Pelaporan SPT Pajak Tahunan 1770 S ” yang terpantau sampai sejauh ini. Seperti  biasa, kemudahanlah yang akhirnya membawa Saya untuk menilik kembali ke situs Direktorat Perpajakan siapa tahu ada update terkait software e-SPT untuk memudahkan Saya dalam melaporkan pajak seperti postingan Saya tahun kemarin. Untuk penjelasan kategori jenis-jenis formulir 1770 dan peruntukanya silahkan baca postingan saya sebelumnya.

Ternyata benar juga, software e-SPT Pajak Penghasilan 1770 S ver 4.1 tahun 2009 kemarin sudah tidak berlaku lagi alias sudah ada revisi sedikit terhadap form tersebut sehingga software tersebut bisa dikatakan obsolete. Tidak diketahui kapan lagi ada update terkait software yang cukup membantu tersebut. Kabar baiknya adalah pengisian formulir SPT 1770 S tersebut digantikan dengan form template PDF isian yang bisa diisi secara langsung didalamnya tanpa juga harus dilakukan penghitungan manual. Software PDF Reader yang dianjurkan digunakan untuk pengisian form ini adalah Adobe Reader versi 8 keatas, jika tidak maka kemungkinan tampilan kolom/field yang berisi rumus tidak berjalan alias isinya nihil . Berikut sedikit berbagi pengalaman dalam pengisian form tersebut tetap dengan versi orang awam.

Sebelum itu Anda download dulu formulir 1770 S di situs pajak www.pajak.go.id atau bisa klik disini untuk langsung ke bagian download page-nya. Pilih dokumen dibagian “SPT Tahunan PPh Orang Pribadi 2010/Formulir 1770S” dengan nama file PDF: 01_form_1770 S_2010 untuk versi form lengkapnya (sudah termasuk bagian lampiranya sekaligus didalamnya). Seperti biasa, perlu anda dapatkan juga copy bukti pemotongan pajak oleh perusahaan anda (formulir 1721-A1 dan/atau 1721-A2) sebagai referensi. Bila anda bekerja di lebih dari 1 perusahaan pada tahun yang sama maka bukti-bukti pemotongan pajak dari perusahaan-perusahaan tersebut wajib diakumulasi pelaporanya.

Petunjuk Pengisian di Halaman Pertama


Pada bagian halaman pertama form ini sudah dijelaskan secara jelas petunjuk umum pengisian formulir ini. dibagian bawahnya terdapat kolom pengisian untuk pengisian Penghasilan Suami/Istri. Kolom bagian ini hanya diisi oleh wajib pajak yang pelaporan pajaknya dilakukan secara sendiri/masing-masing oleh istri atau suami atau dengan kata lain istri dan suami melaporkan SPT-nya masing-masing secara terpisah.

Pengisian Formulir Utama 1770 S


Didokumen Petunjuk pengisian, sebenarnya disarankan untuk diisi terlebih dahulu lampiranya (formulir 1770 S-I dan 1770 S-II) sebelum diisi formulir utamanya (formulir 1770 S), tetapi kalau isian data pada bagian lampiran tidak terlalu banyak bisa anda susul pengisianya kemudian (kecuali bila harta, kekayaan, sumbangan dll yang anda laporkan cukup besar, amin  he..he..🙂 )

Berikut urut-urutan pengisianya disesuaikan dengan nomor urut yang tertera pada gambar ilustrasi masing-masing:

1. Tahun Periode Pajak: Isikan tahun 2010
2. Data Wajib Pajak: Isikan lengkap sesuai Nomor Pokok Wajib Pajak dan data Anda yang sudah terdaftar di Direktorat Jenderal Pajak. Untuk kolom KLU (Kelompok Lapangan Usaha) untuk karyawan swasta individu seperti Saya isikan dengan kode 95004 (=Kategori Jasa Perorangan; Kelompok Pegawai Swasta). Untuk KLU lainya silahkan googling aja dengan keyword “KLU pajak 2010” pasti ketemu.
3. Perubahan Data : Centang opsi “Tidak Ada” karena ini adalah pelaporan SPT baru, bukan revisi.
4. Pengasilan Netto dalam Negeri: Diisi akumulasi jumlah pengasilan netto pada setiap bukti pemotongan oleh perusahaan tempat anda bekerja (formulir 1721-A1 dan/atau 1721-A2) angka pada kolom no 14 atau bukti potong lainya. Seluruh kolom isian yang bertanda “auto” akan otomatis teriisi dengan sendirinya.

5. Penghasilan Tidak Kena Pajak: Centang “TK” bila anda belum berkeluarga alias lajang atau centang “K” bila anda sudah berkeluarga. Isi juga berapa tanggungan anggota keluarga disamping tanda “K” ini.
6. Pph yang dipotong/dipungut pihak lain: Diisi dengan total akumulasi pemotongan yang diinput pada formulir 1770 S-I (lampiran-1) Bagian C kolom 17 (lihat pada poin petunjuk no 10 s/d 12 dibawah).

7. Pph Kurang Bayar/Lebih Bayar (selisih): Bagian ini otomatis terisi sehingga langsung tahu apakah terjadi Kurang Bayar atau Lebih Bayar terhadap pelaporan SPT kita. Biasanya kalau pemungut pajak oleh perusahaan hanya satu maka selisihnya nihil alias 0. Tetapi bila kita Kurang Bayar maka kita harus menyetorkan kekurangan bayar tersebut sebelum melaporkan SPT kita ini. Kalau untuk kelebihan bayar opsinya bisa dilihat pada bagian ini, petunjuk mengenai klaim kelebihan bayar ini silahkan bertanya ke  Kantor Pajak terdekat atau melalui hotline pajak
8. Lampiran: Centang opsi a) Lampiran tambahan yang kita sertakan dalam pelaporan SPT ini adalah berupa fotocopy fomulir 1721-A1 atau 1721-A2 (bukti pemotongan pajak) yang didapat dari perusahaan tempat anda bekerja.

9. Wajib Pajak: Centang bagian ini jika Anda sendiri yang melaporkan SPT ini maka kolom nama pelapor dibawahnya akan terisi secara otomatis dengan nama Anda sesuai dengan yang telah diinput diawal sebelumnya. Tetapi bila anda ingin diwakilkan pelaporanya maka bisa anda centang kotak Kuasa.
Jangan lupa diisi tanggal pelaporan sesuai dengan tanggal aktual pelaporan SPT Anda ke Kantor Pajak.

Pengisian Formulir 1770 S bagian Lampiran I


10. Isikan kolom ini (bila ada) dengan jumlah aktual pada masing-masing baris yang sesuai. Tetapi bila tidak ada yang perlu diisi maka biarkan kosong.


10. (maaf double no urutnya seperti no ilustrasi sebelum ini diatasnya) Bagian C. Daftar Pemotongan PPh oleh Pihak Lain: Isikan dengan nama perusahaan pemotong PPh Anda atau nama perusahaan tempat Anda bekerja lengkap beserta no. NPWP-nya, no. pelaporan dan tanggal pelaporanya. Ini bisa anda lihat di copy formulir 1721-A1 atau 1721-A2 (bukti pemotongan) yang Anda dapatkan dari perusahaan tempat Anda bekerja.
11. Jenis Pajak PPh: Isikan dengan pasal 21 karena kita hanya sebagai pekerja biasa🙂
12. Jumlah PPh yang dipungut/dipotong: Isikan dengan nilai nominal pemotongan PPh yang dipotong oleh perusahaan tempat Anda bekerja (sama seperti yang tercantum dalam copy formulir 1721-A1 atau 1721-A2  yang Anda dapatkan dari Perusahaan tempat Anda bekerja.
Ulangi langkah 10 sampai dengan 12 diatas pada baris-baris dibawahnya bila Anda mendapatkan penghasilan lebih dari 1 perusahaan
Nah, perhatikan: Total nilai akumulasi pemotongan yang otomatis tercantum di bagian Total JBC (Jumlah Bagian C) dibawah kolom 12 ini adalah Angka yang harus Anda isikan pada bagian PPh yang dipungut/dipotong Pihak Lain pada petunjuk poin no. 6 diatas tadi.

Untuk selanjutnya kita mulai mengisi bagian Lampiran  sebagai deklarasi atau pengakuan terhadap aset, harta dan juga hutang maupun susunan keluarga yang menjadi tanggungan kita sebagai pembayar pajak.

Pengisian Formulir 1770 S bagian Lampiran II


13. Penghasilan yang dikenakan PPh Final atau Bersifat Final: Isikan sesuai nilai harta atau asset yang anda miliki sesuai dengan deskripsi yang tertera didalam masing-masing baris pada kolom ini. Kosongkan bila tidak ada yang perlu diisi.

14 dan 15. Silahkan diisi dengan nominal harta dan hutang yang Anda miliki pada akhir tahun 2010. Kosongkan bila tidak ada yang perlu diisi.
16. Daftar Susunan Anggota Keluarga: Isikan dengan nama susunan anggota keluarga yang menjadi tanggungan Anda lengkap dengan tanggal lahir masing-masing dan data-data lainya.

Untuk lembar formulir 1770 S-I dan 1770 S-II bisa diperbanyak sendiri sesuai dengan kebutuhan bila data yang dilaporkan juga banyak.

17. No. Halaman: Diisi dengan no. urut halaman dan jumlah total halaman lembaran SPT yang akan kita laporkan.

Sampai disini proses pengisian SPT telah selesai. Anda siap untuk melaporkan SPT ke kantor pajak sesuai domisili dan/atau tempat NPWP Anda terdaftar. Jangan lupa diperiksa kembali isian pada masing-masing kolomnya sebelum di print. Lakukan print seperti biasa dari menu Print di PDF reader Anda. Lampirkan pula dengan copy bukti pemotongan pajak (formulir 1721 A-1 dan/atau 1721 A-2) yang Anda dapatkan dari perusahaan tempat Anda bekerja pada saat pelaporan SPT ini.

Untuk pelaporan SPT tahun-tahun selanjutnya bisa saja berbeda dengan tahun ini, silahkan rajin-rajin memeriksa ke situs Pajak siapa tahu ada update terhadap format maupun software pelaporan SPT ini dikemudian hari.

Cukup simpel bukan? Silahkan dicoba, semoga bermanfaat

17 January 2011 - Posted by | Simply Tutorial | ,

15 Comments »

  1. […] Note: Untuk Pelaporan Pajak tahun 2010 silahkan klik disini […]

    Pingback by Pengisian SPT Tahunan Wajib Pajak Memakai Software e-SPT Pajak Penghasilan 1770 S Ver. 4.1 « Arif S. Wicaksono | 4 March 2011 | Reply

  2. mas, yg langkah ke-12 (Jumlah PPh yang dipungut/dipotong), nilai nominal pph di formulir 1721-A1 nya ada di kolom no. berapa?

    Comment by tamoe | 10 March 2014 | Reply

    • Terima kasih telah berkunjung. Untuk jumlah yang telah dipotong/dipungut, Anda bisa lihat dikolom no 22 pada form 1721-A1 yang Anda diterima dari perusahaan tempat Anda bekerja. Oh ya, untuk pelaporan periode tahun 2013 ini sudah ada perubahan/update formulirnya. Silahkan didownload di situs http://www.pajak.go.id.

      Comment by Arif S. W | 11 March 2014 | Reply

      • Thx mas, saya lihat yg thn 2013 masih banyak kesamaan dgn thn 2010, karena itu tutorial abang sangat membantu. Saya mau nanya lagi. Untuk langkah ke-10, nomor pelaporannya diambil dari bagian mana dari formulir 1721-A1 nya? Apakah diambil dari “Nomor Urut” ? Kalau iya, apakah harus diinput percis dengan yg ditulis di 1721-A1 nya? Contoh, no. urut = 0000121. Apakah harus ditulis percis 0000121 atau 121 saja?

        Comment by tamoe | 11 March 2014

      • Betul Mas, sebaknya diinput lengkap sesuai dengan nomor urut yang tertera dalam form 1721-A1

        Comment by Arif S. W | 12 March 2014

  3. thx gan, mau nanya lagi, masih ada yg bingung. Kan saya ada dua formulir 1721-A1 nih, untuk langkah ke-4 “Pengasilan Netto dalam Negeri”, berarti saya harus isi total dari kolom 14 di kedua formulir 1721-A1 ya? Misalkan kolom 14 di formulir 1721-A1 pertama = 3 juta dan formulir 1721-A1 kedua = 2 juta, berarti saya mesti tulis 5 juta di kolom “Pengasilan Netto dalam Negeri” ya bro?

    Comment by tamoe | 12 March 2014 | Reply

    • Betul itu Mas. Diambil total dari beberapa formulir 1721-A1 yang Anda miliki.

      Comment by Arif S. W | 12 March 2014 | Reply

      • thx pak. Kalo total dari kolom 14 dari kedua formulir 1721-A1 itu kurang dari 60 juta, apakah ane boleh pake formulir 1770 SS (sangat sederhana) ? (asumsi pendapatan aku cuma dari gajian perusahaan aja)

        Comment by tamoe | 12 March 2014

      • Dipanduanya memang tertera seperti itu. Untuk pendapatan pertahun <60 juta silahkan gunakan form SPT 1770SS

        Comment by Arif S. W | 12 March 2014

  4. mau tanya mas, untuk akumulasi netto yang digabungkan akan menghasilkan pajak kurang bayar yang dikarenakan PTKP nya kan tetap 1. apakah boleh seperti itu? sedangkan semua pph terhutang kita yang sebenarnya sudah dipotong semua oleh perusahaan, jadi harusnya NIHIL.

    Apakah boleh terjadi kurang bayar seperti itu? dan apakah tidak apa apa ketika kita tidak membayarkan kekurangannya itu dikarenakan sudah sepenuhnya di potong oleh perusahaan?

    Terimakasih

    Comment by Husni | 12 March 2014 | Reply

    • Sebelumnya mohon maaf Mas Husni, berhubung saya belum pernah mengalami maka saya akan jawab semampu yang saya ketahui. Betul Mas, secara fungsi PTKP itu adalah “pengurangan” untuk tidak memberatkan wajib pajak yang perhitunganya bukan akumulasi atau persentasi namun tetap, bedasarkan status keluarga (PTKP-nya tetap 1). Status lebih bayar atau kurang bayar pada umumnya normal, namun kalau terjadi kurang bayar maka seharusnya dibayar sebelum kita lapor SPT. Untuk pelaporan manual lewat KPP atau petugas dropbox biasanya akan diperiksa kembali, bila ada kurang bayar maka akan ditanyakan bukti bayarnya. Kalo lapor via e-filling ada inputan no bukti setoran SSP kita yang kurang bayar. Kalau tidak ada maka pengisianya tidak bisa di validasi. Maaf kalau ada yang kurang jelas.

      Comment by Arif S. W | 13 March 2014 | Reply

  5. halo mas, mau nanya lagi. Untuk langkah “7. Pph Kurang Bayar/Lebih Bayar (selisih)”, kalau angka “PPh yang kurang dibayar (PPh pasal 29)” nya lebih besar dari 0 itu bagaimana ya maksudnya? Apa saya harus bayar angkanya ke kantor pajak? Kalo iya, cara bayarnya bagaimana ya mas? Apa bisa bayar tunai aja langsung bersamaan dengan pelaporan SPT nya atau bisa dgn transfer lewat ATM BCA?

    Comment by tamoe | 19 March 2014 | Reply

    • Berarti Mas harus melakukan setoran pajak sendiri. Pembayaran SSP (Surat Setoran Pajak) paling mudah lewat kantor POS atau bank-bank yang ditunjuk dengan menggunakan form SSP. Untuk lebih jelasnya silahkan lihat halaman 26 di buku panduan pajak di http://www.pajak.go.id/sites/default/files/Buku%20SPT%20Tahunan%20PPh%20WP%20OP%202013.pdf. Sedangkan untuk detail cara pengisian SSP silahkan lihat di: http://www.pajak.go.id/content/petunjuk-pengisian-surat-setoran-pajak-ssp

      Comment by Arif S. W | 20 March 2014 | Reply

      • ok, thx mas. Untuk form SSP nya kan ada rangkap 4 tuh dan carbonized. Kalau saya download dan print sendiri form SSP nya kan itu ga carbonized jadinya, apakah form SSP nya masih bisa diterima di kantor pajak?

        Comment by tamoe | 20 March 2014

      • Harusnya tidak apa-apa Mas, yang penting cap bukti setoranya juga ikut dicantumkan pada lembaran copy-nya.

        Comment by Arif S. W | 24 March 2014


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: