Arif S. Wicaksono

Simple Mgmnt, Technology & Minds

Lima Metrik Manajemen Baru Yang Perlu Anda Ketahui

Ini sebenarnya adalah intisari terjemahan bebas dari postingan tamu James Slavet, mitra perusahaan ventura Greylock yang saya ambil dari situsnya Bruce Upbin-Seorang karyawan Forbes . Slavet juga berinvestasi di Coupons.com, Groupon, One Kings Lane dan Redfin. Greylock Partners telah bernvestasi di Facebook, LinkedIn dan Pandora. Kebetulan postingan ini masih ada kaitanya dengan kegiatan ukur-mengukur unjuk kerja alias performance measurement cuma ini lebih fokus pada materi yang diukur: terkait psikologi ditempat kerja.

Menurut Slavet sebagian besar perusahaan hanya mengukur lalu lintas, pendapatan atau laba yang biasanya ditunjukan di laporan rugi laba/laporan keuangan perusahaan tanpa mempertimbangkan bagaimana meningkatkan perusahaan pada tingkat atom: bagaimana membuat rapat lebih baik, atau engineer lebih produktif misalkan.
Pasti kita sudah pernah dengar pepatah bisnis yang mengatakan “Jika Anda dapat mengukurnya, Anda dapat mengelolanya” entah itu dari Henry Ford atau Peter Drucker, pada dasarnya sebagian besar pemimpin hanya mengukur output, bukan input. Berikut adalah lima metrik yang seharusnya diukur:

 Metrik 1: Flow State Percentage (Persentasi Keadaan Mengalir)

Pekerjaan yang memerlukan banyak kemampuan otak semacam pemrograman misalnya, membutuhkan konsentrasi sangat tinggi. Pada saat fokus itulah dinamakan dengan flow (mengalir). Sayangnya, kebanyakan dari kita selalu terganggu dengan pertemuan-pertemuan, email, teks, atau rekan-rekan yang ingin berbicara tentang hal-hal lain. Interupsi-interupsi ini menyebabkan kita keluar dari “flow state/keadaan mengalir” yang efeknya bisa meningkatkan waktu siklus R&D dan biaya secara dramatis. Penelitian telah menunjukkan bahwa setiap “flow state” yang terganggu membutuhkan waktu lima belas menit untuk kembali ke dalam flow. Programmer yang bekerja di kuartil atas yang tepat (dalam lingkungan kerja tidak terganggu) beberapa kali lebih produktif daripada mereka yang tidak.

Idealnya programmer dan pekerja pengetahuan lainnya dapat menghabiskan 30% – 50% dari hari-hari mereka dalam konsentrasi tidak terganggu. Untuk mengukurnya, mintalah engineer Anda untuk melacak selama beberapa hari persentase flow state pribadi mereka: berapa jam setiap hari mereka dalam flow, dibagi dengan jumlah total jam mereka berada di kantor. Dan kemudian brainstorming cara-cara agar tim dapat bergerak ke target yang akan dicapai. Penerapanya misalnya dengan ada tanda kertas kecil di meja masing-masing orang yang mengatakan “Pergilah menjauh, aku lagi fokus.” Atau mungkin anda memiliki hari di mana tidak diperkenankan adanya meeting.

 Metrik 2: The Anxiety-Boredom Continuum (Keseimbangan antara Kecemasan-Kebosanan)


Pemain bintang dapat mudah bosan, dan biasanya akan berfungsi baik ketika mereka dikasih suatu tantangan. Anda ingin berekspektasi tinggi dengan tantangan yang lebih tinggi tetapi tidak ingin benar-benar luar biasa karena kecemasanlah yang akan muncul atau merasa takut jika dituntut melebihi ekspektasi. Dengan pemikiran ini, periksa karyawan Anda secara berkala dimana posisi mereka berada pada kontinuum/keseimbangan ini, sambil juga mengawasi tanda-tanda yang ada. Jika mereka memiliki energi yang rendah, atau sering datang terlambat dan pulang lebih awal, mereka mungkin berada dalam kebosanan. Jika mereka merespons kemunduran kecil dengan marah atau frustrasi, atau terdapat banyak ijin sakit, mereka mungkin merasa cemas karena dipaksa terlalu keras.

Metrik 3: Meeting Promotore Score (Score/Nilai Promotor Meeting)


Pada umumnya meeting/pertemuan sebenarnya adalah sesuatu yang cukup “menyita” dan juga mahal, coba bayangkan pertemuan satu jam dari enam “software engineer” menghabiskan biaya setidaknya $ 1.000 . Orang yang tidak memiliki wewenang untuk membeli penjepit kertas diizinkan untuk call meeting setiap hari yang harganya jauh lebih dari harga penjepit kertas itu sendiri. Tidak ada catatan hitungan apakah pertemuan berguna, atau bagaimana bisa menghasilkan yang lebih baik. Yang harus Anda lakukan adalah bertanya.
Pada menit terakhir dari meeting, minta peserta untuk menilai masing-masing dari 1 sampai 10 seberapa efektif pertemuan itu, dengan satu saran untuk membuat pertemuan yang lebih baik. Bisa menggunakan secarik kertas, atau bentuk web sederhana.

 Metrik 4: Compound Weekly Learning Rate (Akumulasi Rating/Tingkat Pembelajaran Mingguan)


Kemampuan untuk belajar adalah seperti akumulasi bunga pendapatan (interest) dari suatu investasi: setelah dua atau tiga tahun, seorang pelajar tanpa henti berdiri kepala dan bahu di atas teman-temannya dan kualitas ini merupakan elemen penting dari kesuksesan dan keberhasilan suatu tim. Jadi coba bertanya pada tim Anda: bagaimana Anda mendapatkan 1% lebih baik minggu ini? Apakah Anda belajar sesuatu yang berharga dari para pelanggan kita, atau membuat perubahan ke produk/jasa kita menjadi lebih baik? Setelah ritme belajar tim terbentuk, Anda dapat meninjau ini sebagai sebuah tim. 1% pertambahan setiap minggunya.

Metrik 5: Positive Feedback Ratio (Rasio Tanggapan Positif)


Dalam risetnya John Gottman, ia menemukan bahwa pernikahan yang berhasil cenderung memiliki lima kali lebih banyak interaksi positif dari pada yang negatif. Dan ketika pasangan jatuh di bawah rasio itu, hubungan mereka jatuh juga.

Hal yang sama berlaku di kantor, di mana Anda sudah berhubungan baik selama bertahun-tahun dengan orang lain yang kemudian bisa menjadi waspada terhadap kritik dari Anda atau ingin berupaya memberikan yang terbaik dari mereka. Buat agar orang-orang melakukan hal-hal yang baik. Jangan pernah melewatkan kesempatan untuk mengatakan sesuatu yang menyenangkan, bahkan jika Anda merasa sedikit konyol. Sehingga ketika Anda memiliki feedback atau masukan di area yang perlu diperbaiki mereka akan benar-benar mendengarkanya juga. Mungkin agak sulit untuk mencapai rasio 5:1 di kantor, tetapi Anda harus memperhatikan keseimbangan.

Demikianlah, 5 metrik yang tidak pernah akan muncul dalam laporan keuangan perusahaan-perusahaan terbaik atau artikel Wall Street Journal, tetapi merupakan alasan bagi perusahaan-perusahaan yang sukses. Perhitungan terhadap lima metrik ini tidaklah sesuatu yang terlalu glamour. Tapi merupakan sesuatu yang bisa dilakukan oleh semua orang dan itu benar-benar bisa berhasil.

Sumber: Bruce Upbin-Forbes

29 December 2011 - Posted by | Management Makes Easier |

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: